Cari File

Selasa, 11 Agustus 2009

Dinas Pendidikan Kurangi Jam Belajar Saat Puasa

Yogyakarta, (tvOne)

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan mengurangi durasi jam pelajaran di sekolah selama bulan puasa, guna memberikan kesempatan siswa untuk menjalankan ibadah.

"Jam pelajaran dari SD hingga SMA akan mendapat pengurangan durasi sekitar 15 menit tiap jam pelajaran pada saat bulan puasa," kata Kabid Perencanaan dan Standardisasi Disdikpora DIY, Baskara Aji di Yogyakarta, Selasa.

Ia menyatakan, perubahan waktu pelajaran tersebut untuk menghormati bulan puasa, agar siswa lebih mendalami agama dan menjalankan berbagai ibadah selama bulan Ramadan.

Aji mengatakan, untuk pengadaan kegiatan rohani selama bulan puasa, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada otonomi sekolah.

Menurutnya, kegiatan tersebut berupa pelaksanaan tadarus, pesantren kilat, dan kegiatan keagamaan lainnya.

"Kami mengharap sekolah mengurangi kegiatan fisik selama bulan puasa," katanya.

Alasan pengurangan jam pelajaran, menurutnya, untuk memberi kesempatan beribadah bagi siswa sekaligus menjaga kondisi fisik dan memberi kesempatan agar menjalankan ibadah selama Ramadan.

"Pengurangan durasi jam pelajaran tersebut tidak berbeda dengan tahun kemarin, yakni setiap jam pelajaran akan dikurangi durasinya 15 menit," katanya.

Ia berharap, sekolah mengurangi kegiatan fisik dengan menggantinya dengan kegiatan keagamaan, seperti pesantren kilat, tadarus, dan kajian agama.

"Siswa nonmuslim juga harus diberikan tambahan jam pelajaran rohani untuk mengisi kekosongan jam pelajaran," katanya.

Menurut dia, Dikpora DIY belum menyosialisaikan kebijakan tersebut, namun pihaknya berjanji akan segera menerbitkan surat edaran.

"Kami akan mengeluarkan surat edaran mengenai pengurangan durasi jam pelajaran selama bulan puasa, pekan depan" katanya.

Ia berharap, pengurangan jam pelajaran tersebut dilakukan dengan tanggung jawab, sehingga tidak mempengaruhi kualitas kegiatan belajar mengajar selama Ramadan.

Sikap Golkar Kepada SBY Ditentukan Oktober

VIVAnews – Musyawarah Nasional Partai Golkar yang akan diselenggarakan Oktober 2009, selain menjadi ajang suksesi calon ketua umum partai, juga untuk menentukan sikap politik apakah partai beringin tetap berkoalisi atau berubah haluan menjadi oposisi pemerintah.

Hal itu dikemukakan Syamsul Maarif, Ketua DPP Partai Golkar, dalam konferensi pers terkait persiapan Rapat Pimpinan Nasional di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa 11 Agustus 2009.

Syamsul Maarif mengungkapkan masalah haluan politik ini sebelumnya juga pernah disinggung oleh Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla.

Bahwa Partai Golkar sekarang ini masih merupakan mitra koalisi pemerintahan hasil Pemilu periode 2004-2009, dimana Jusuf Kalla menjabat sebagai Wakil Presiden berdampingan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang diusung Partai Demokrat.

Koalisi Partai Golkar dengan pemerintahan hasil Pemilu 2004 akan berakhir 20 Oktober 2009 bersamaan dengan berakhirnya pemerintahan periode 2004-2009.

Seperti diketahui dalam bursa Pemilihan Presiden 2009, calon presiden SBY yang berdampingan dengan Boediono keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan calon presiden JK yang bergandengan dengan Wiranto.

Syamsul Maarif mengungkapkan haluan politik partai beringin apakah tetap melanjutkan kerjasama dengan pemerintah pascakekalahan JK ini menunggu mandat Musyawarah Nasional Oktober 2009.

“Setelah 20 Oktober 2009, langkah selanjutnya akan ditetapkan oleh organisasi,” kata dia.

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Soemarsono, menambahkan haluan politik Partai Golkar telah diserahkan sepenuhnya kepada pengurus baru beringin periode 2009-2014.

“Sikap Partai Golkar dalam dinamika perpolitikan, memang akan diambil dalam Munas Oktober,” katanya.

Anak Vs Internet: Jadilah Orang Tua Terbuka

VIVAnews - Penggunaan internet saat ini memang sudah merata ke semua lapisan usia termasuk anak-anak. Mereka bisa belajar banyak hal melalui internet yang tidak didapatkannya di sekolah.

Dampak positif internet pada pengetahuan anak cukup besar, tetapi dampak negatifnya pun juga sama besar. Sebagai orang tua, Anda tentu harus melakukan pengawasan untuk meredam dampak negatif dari internet. Salah satu caranya adalah dengan mengawasinya saat sedang berseluncur di dunia maya.

Terkadang rasa penasaran sering muncul, dan Anda pun berusaha mengetahui password e-mail anak Anda. Jika anak mengetahuinya, hal tersebut bisa menjadi konflik. Hal tersebut sebenarnya tidak perlu Anda lakukan. Ada cara lain, yang bisa dilakukan tanpa harus memata-matai buah hati. Berikut caranya:

1. Beritahukan pada anak Anda dampak positif dan negatif dari internet. Usahakan untuk menyediakan internet di rumah, dengan begitu ia mudah diawasi dalam penggunaan internet dibandingkan jika ia ke warnet.

2. Saat anak mulai bersikap aneh, menjadi pendiam atau sering terlibat konflik tidak ada salahnya untuk memeriksa isi emailnya. Ingatlah hal itu bisa dilakukan jika Anda mulai curiga bukan untuk dilakukan setiap saat.

3. Jangan meletakkan komputer dalam kamar anak, karena akan sulit diawasi. Letakkan di ruangan yang banyak orang melewatinya dan tidak menghadapa tembok. Dengan begitu, siapapun bisa melihat layar komputer.

4. Beritahukan situs-situs seru yang cocok dengan usianya. Dengan begitu ia tidak mencari situs sendiri yang bisa saja masuk dalam situs dewasa. Anda juga bisa memblokir situs-situs yang tidak berbahaya baginya.

5. Terapkan disiplin waktu penggunaan internet. Jangan biarkan jika anak Anak bermain internet selama berjam-jam.

Rakitan Bom Paralon Gemparkan Warga Leles, Garut

Garut, (tvOne)

Warga Kampung Ciharus RT.06/02 Desa Lembang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Selasa, digemparkan penemuan benda, yang diduga merupakan rakitan bom dengan media pipa paralon sepanjang 10 cm dilengkapi lilitan kabel.

Benda yang mencurigakan tersebut, ditemukan di rumah milik Solihin yang sebelumnya dikontrak oleh Ismet asal Banten serta Heri dari Bandung, yang selama ini mengaku sebagai pengrajin pembuat tas, ungkap beberapa warga setempat yang enggan disebut namanya, Selasa.

Mereka mengontrak rumah selama setahun sejak delapan bulan lalu, namun kedua orang tersebut sebelum waktu kontrakannya habis telah meninggalkan rumah hingga ditemukannya benda yang cukup mengerikan itu, katanya.

Kasat Reserse Polres Garut AKP Oon Suhendar, mengakui telah ditemukan benda yang diduga kuat sebagai rakitan bom, sehingga lokasinya langsung didatangi tim Gegana dari Polda Jawa Barat. Kini tengah dilakukan penyelidikan lanjutan serta pengembangan informasi penemuan barang yang sempat menggemparkan masyarakat sekitarnya itu, katanya.

Jajaran Polres Garut juga sejak menjelang Senin tengah malam melakukan identifikasi terhadap seisi rumah yang pernah dikontrak oleh mereka yang mengaku bernama Ismet dan Heri itu, tegas Oon Suhendar.

Seorang warga yang mengaku sebelumnya sempat melihat benda-benda tersebut menyatakan, semula ia tidak menduga bisa berbahaya, namun setelah dikaitkan dengan informasi mengenai aksi teroris maka bisa dipastikan barang itu merupakan rakitan bom.

Sementara itu AKP Oon Suhendar mengingatkan, agar masyarakat sekitarnya tidak perlu panik, dan tetap menjaga suasana yang kondusif, karena kini tengah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, katanya.