Jakarta, (tvOne)
Siapa tidak kenal nama Noordin M Top, gembong teroris asal Malaysia yang jadi otak sejumlah aksi bunuh diri di Indonesia. Ada beberapa versi nama Noordin yang beredar di media massa yakni Noordin M Top, Noordin Muh Top alias Noordin Mat Top alias Noordin Moch Top.
Di Indonesia, nama Noordin yang dikenal adalah Noordin M Top. Sementara di sejumlah media asal negeri jiran, misalnya Bernama, dipakailah nama Noordin Mat Top. Sedangkan, namanya yang lebih 'internasional' adalah Noordin Mohammed Top.
Namun, dalam pernyataan yang diduga dibuat oleh Noordin terkait pemboman Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton, tertulis nama Nur Din bin Muhammad Top.
Mana yang benar? Belum bisa dipastikan. Namun, apapun namanya, Noordin 'berhasil' mencatatkan namanya dalam daftar buron paling dicari di Asia.
Gembong teroris asal Malaysia ini diduga sebagai aktor kunci dalam jaringan Jemaah Islamiyah, yang berjuang untuk menegakan Islam di Asia Tenggara. Dia berperan sebagai perekrut, pembuat rencana, sekaligus penyandang dana.
Seperti dikutip dalam laman Al Jazeera, Noordin berpisah dari Jemaah Islamiyah dan mendirikan organisasi Tanzim Qaedat al-Jihad atau organisasi berbasis jihad.
Dalam pernyataan yang diduga dibuat Noordin tentang pemboman di JW Marriott dan Ritz Carlton, mengatasnamakan diri sebagai 'Amir Tandzim Al Qo'idah Indonesia Abu Mu'awwidz Nur Din bin Muhammad Top Hafidzohullah'. Itu bukan laki pertamanya Noordin mengklaim sebagai perwakilan Al Qaeda di Asia Tenggara.
Noordin (40) lahir di Johor, Malaysia. Dia menamatkan pendidikannya di Universitas Teknologi Malaysia pada 1991. Pada tahun 2001, dia terbang ke Indonesia bersama dengan pembuat bom, Azahari Husin, pasca pemerintah Malaysia mengumumkan perang terhadap militan Islam.
Laporan intelijen menyebutkan sesampainya di Indonesia, Noordin mulai merekrut sejumlah pemuda dari beberapa pesantren, untuk menjadi pelaku pemboman.
Kelihaian Noordin lari dari aparat, diyakini secara mistis oleh sebagian orang Jawa. Noordin dianggap punya kekuatan magis yang melindungi dirinya.
Jika benar jenazah pria yang ditembak dalam penyerbuan polisi di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, bukan Noordin, atau jika Noordin kembali lolos dari kejaran polisi, nama sarjana akuntan ini bakal makin legenda. Namanya akan disejajarkan dengan Osama bin Laden.(VIVAnews.com)
Free Download Musik Indo, Dangdut Koplo, Campursari, Barat, K-pop, J-Pop, Lawas, Reggae, Ska, Punk, Software, Game PC, Android Apps & Film Terbaru
Cari File
Senin, 10 Agustus 2009
Noordin M[emang] Top
Politeknik Indonesia-Venezuela Diresmikan di Aceh
Jakarta, (tvOne)
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Hassan Wirajuda dan Wakil Menteri Pendidikan untuk Urusan Pendidikan Tinggi Republik Bolivaria Venezuela, Tibisay Cruz Hung Rico, dijadwalkan meresmikan Politeknik Indonesia-Venezuela, pada Rabu mendatang (12/8).
Setelah peresmian, menurut keterangan dari Departemen Luar Negeri di Jakarta, Senin, Politeknik yang dibangun dengan dana Rp36,9 miliar tersebut akan diserahkan kepada Gubernur Provinsi Aceh, Irwandi Yusuf.
Peresmian tersebut akan dilangsungkan di kampus Politeknik Indonesia-Venezuela, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Dana pembangunan tersebut berasal dari dana bantuan yang dikumpulkan Deplu sebesar Rp18,6 miliar dan bantuan Pemerintah Republik Bolivaria Venezuela sebesar dua juta dolar AS.
Kampus Politeknik itu mempunyai tiga fakultas yaitu Fakultas Peternakan, Perikanan dan Pertanian. Kampus Politeknik Indonesia-Venezuela terdiri atas gedung rektorat, gedung serba guna, kantin, mesjid, perpustakaan, asrama putri dan asrama putra (bisa menampung hingga 120 orang), dan semua gedung telah dilengkapi dengan berbagai kelengkapannya.
Sebelumnya, Deplu juga telah membangun di Provinsi Aceh, 45 rumah tipe-45 di Pidie, 115 rumah di Blang Pidie, dan dua asrama madrasah di Leung Bata dan Bakoy.
Serangkaian bencana alam, seperti gempa bumi dan tsunami yang telah merusak infrastruktur, sarana dan prasarana di berbagai wilayah tanah air, telah menggugah Deplu beserta jajarannya untuk menggunakan jaringan yang dimiliki, mengupayakan penggalangan dana baik dari negara-negara sahabat, masyarakat internasional, masyarakat Indonesia dan diplomat kita di luar negeri, untuk menjadi donator dan menjadi bagian dari upaya bersama meringankan beban masyarakat di daerah bencana.
Sampai saat ini, dari dana yang terkumpul, Deplu telah melakukan pembangunan dua SD di Bengkulu Utara (Arga Makmur dan Batik Nau), 11 SD dan satu SMP di Yogyakarta dan Jawa Tengah sekitarnya, dua SD di Sumatera Barat (Solok dan Padang Panjang), sebuah SMK di Sumatera Utara (Serdang Bedagai) serta dua sekolah terpadu (SD, SMP dan SMK) di Sumatera Utara (Nias dan Nias Selatan).
Disamping itu, Deplu juga telah memberikan bantuan 40 kapal nelayan beserta kelengkapannya, pembangunan tempat pelelangan ikan dan kantor koperasi nelayan di Ciamis (Jawa Barat). Saat ini sedang dalam proses membangun kembali Islamic Centre di Arga Makmur, Bengkulu Utara yang rencananya akan diresmikan pada September 2009.
Pesanan CN-235 Korsel Dikirim pada 2010
Jakarta, (tvOne)
"Kita akan mulai `deliver` pada 2010, order Korea berupa empat pesawat CB-235 `surveilance`," kata VP Marketing and Sales Aircraft Integration PTDI, Arie Wibowo, di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan, Korea merupakan salah satu negara pemesan CN-235 dengan total order untuk empat pesawat tersebut senilai 100 juta dolar AS.
Saat ini, PTDI memproduksi CN-235 dalam berbagai versi dan telah dioperasikan di beberapa negara selain Indonesia dan Korea. "Korea, hanya salah satu. Pada dasarnya kita tidak memiliki kompetitor di Asia Pasifik untuk industri kedirgantaraan," katanya.
CN-235 produksi PTDI juga telah dioperasikan di Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, UEA, Pakistan, dan Burkina Faso.
Selain itu PTDI juga memproduksi helikopter Super Puma NAS-332 di bawah lisensi Eurocopter (d/h Aerospatiale) Prancis.
PTDI saat ini sahamnya dimiliki seluruhnya oleh Pemerintah RI. BUMN itu berdiri sejak 1976 dan sejak awal telah memproduksi pesawat NC-212, pesawat berpenumpang 19-24 tempat duduk di bawah lisensi EADS CASA Spanyol, dan helikopter NBO-105 di bawah lisensi DASA Eurocopter Jerman.
Sejak 1984, PTDI memproduksi NBell-412 SP dan HP di bawah lisensi Bell Helicopter Textron AS. "Di samping memproduksi pesawat dan helikopter, kami juga memproduksi komponen struktur pesawat untuk Boeing 737, Boeing 777, Bombardier, Airbus, Mitsubishi Heavy Industry, Eurocopter, dan CTRM Malaysia," katanya.
BUMN itu merupakan satu-satunya perusahaan yang memproduksi dan memasok komponen Inboard-Outboard Fixed Leading Edge (IOFLE) Airbus A 380. President Director & CEO Bell Helicopter Textron Inc., Ricard J. Millman, berpendapat, PTDI memiliki semua potensi dan kapabilitas untuk menjadi perusahaan kedirgantaraan termasuk produsen dan pemasaran yang menguasai Asia Pasifik. "PTDI memiliki potensi untuk itu," katanya.
Saatnya Kereta Kalahkan Kendaraan Pribadi
Dalam diskusi publik yang bertajuk Masa Depan Angkutan Rel di Jakarta, Senin 10 Agustus, sistem angkutan massal berbasis rel seperti kereta sangat efektif untuk mengatasi kemacetan di Jakarta yang kian tak terkendali.
Anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta, Bambang Pujianto, mengatakan, sumber macet Ibu Kota adalah penggunaan kendaraan pribadi yang semakin tak terkendali. Jumlah kendaraan pribadi mencapai 98 persen dari total kendaraan di Jakarta. Dengan kata lain, jumlah angkutan umum hanya 2 persen.
Dari hitung-hitungannya, jumlah mobil pribadi yang digunakan sudah lebih dari 2 juta unit tiap harinya. Jika 1 mobil panjangnya 4 meter, maka 2 juta dikali 4 meter menjadi 8 juta meter atau 8 ribu kilometer panjangnya di jalan. Sementara panjang jalan di Jakarta hanya 6.500 km.
"Kita butuh angkutan berbasis rel seperti kereta, ini kebutuhan masyarakat urban, yang sekali jalan bisa mengangkut 1000 orang," kata Bambang di hotel Sahid Jaya, Jakarta, Senin 10 Agustus 2009.
Data Dinas Perhubungan DKI Jakarta menunjukkan, pertambahan jumlah kendaraan pribadi di Jakarta mencapai 1.117 per hari atau sekitar 9 persen per tahun. Sementara pertumbuhan luas jalan relatif tetap, sekitar 0,01 persen per tahun. Jika tak segera ada pembenahan pola transportasi, pada tahun 2014 Jakarta diperkirakan akan mengalami kemacetan total.
Seperti tertuang dalam pola tranportasi makro Jakarta, penanganan masalah macet harus dilakukan dengan mensinergikan tiga hal. Pertama, pengembangan angkutan umum massal yang baik. Kedua, pembatasan penggunaan kendaraan, dan terakhir, revitalisasi infrastruktur transportasi.